Tahun 2018 lalu, Vivek Wadhwa seorang Professor di Carnegie Mellon University Engineering at Silicon Valley menulis pada kolom inovasi The Washington Post. Secara jelas ia menuliskan bahwa Virtual Reality (VR) merupakan masa depan cerah bagi pendidikan. Banyak tokoh dari berbagai negara juga menyampaikan hal yang sama.

Pendidikan Indonesia kini terus berupaya melakukan digitalisasi. Hal ini banyak dimulai dari penggunaan teknologi untuk proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Salah satu yang terus diupayakan adalah penggunaan teknologi VR. Berdasarkan ini, High Tech Teacher Indonesia melakukan kolaborasi untuk melatih pendidik Indonesia belajar mengembangkan konten VR secara mudah.

Hal tersebut telah terselenggara melalui kegiatan Special Class #12 – Project-Centered Course bertajuk, “Mengembangkan Multimedia Pembelajaran Berbasis Virtual Reality untuk Mengembalikan Kebahagiaan Belajar Peserta Didik”. Kegiatan ini dilakukan selama empat kali pertemuan, mulai Jumat, 16 Juli 2021 hingga Jumat 30 Juli 2021.

Dua orang VR Educator Millealab masing-masing memberikan materinya. Pada pertemuan pertama dan kedua yakni Ibu Jelita Cahyaningtiyas. Beliau dalam pemaparan materinya menyampaikan, “Berdasarkan penelitian, cara kerja otak manusia di dalam simulasi VR hampir sama dengan simulasi alami kehidupan nyata, sehingga ketika peserta didik masuk ke dunia VR, ia akan merasa seolah-olah masuk ke kehidupan nyata. Ini merupakan kesempatan luar biasa untuk menghadirkan berbagai pengalaman ke peserta didik.”

Sedangkan pertemuan ketiga dan keempat, fokus pada praktik langsung dalam  mengembangkan konten VR melalui software Millealab Creator yang dibimbing oleh Bapak Andre Wirautomo. Di dalam pemaparan materinya beliau menyampaikan, “Dengan membuka software Millealab Creator setiap hari selama 30 menit saja, Bapak/Ibu akan menjadi mahir dalam berkreasi mengembangkan konten Virtual Reality untuk peserta didiknya. Bapak/Ibu dapat mengasah kreativitasnya dan peserta didik pun akan bahagi!

Setelah dilakukan empat kali pertemuan virtual di Google Meet dan pembimbingan di grup WhatsApp serta kelas di Google Classroom, Bapak/Ibu yang hadir dari berbagai sekolah maupun perguruan tinggi di Indonesia telah bisa mengembangkan konten VR. Hal ini diharapkan mampu memfasilitasi pembelajaran yang dapat membahagiakan peserta didik. Sebab bagaimana pun, kebahagiaan peserta didik merupakan hal yang utama.

Leave a Comment